27 Agustus 2011

Eksegese Lukas 19:1-10

INISIATIF YESUS MENYELAMATKAN 
ZAKHEUS YANG BERDOSA
OLEH ELISABETH N.



Literary Analysis (Analisis Sastra)
A. Batasan Teks
  • Pasal 19 ini dimulai dengan masuknya Yesus di kota Yerikho menunjukkan suasana dan latar/setting yang baru (ayat 1). 
  • Perikop-perikop sebelumnya di pasal 18 memang suatu proses perjalanan Yesus ke Yerusalem khususnya dari Lukas 18:31-19:44, namun perikop 19:1-10 memiliki topik yang khusus yaitu perwujudan anugerah Allah dengan pencarian dan penyelamatan orang yang hilang dan berdosa yang jelas berbeda dengan topik pada perikop-perikop sebelumnya pada pasal 18 yaitu sebagai berikut:
-Lukas 18:18-26 menceritakan tentang orang kaya yang sulit masuk kerajaan Allah.
-Lukas 18:35-43 menceritakan penyembuhan orang buta.
Jika dilihat dari segi pokok pikiran, perikop 19:1-10 ini dikontraskan dengan perikop-perikop sebelumnya tersebut dimana Zakheus dan pemuda tersebut sama-sama adalah seorang yang kaya namun Zakheus diberi anugerah.[1]  Hal kontras juga terlihat dari orang buta yang menggambarkan iman sedangkan cerita
Zakheus lebih menggambarkan inisiatif Yesus.[2]
  • Pada perikop sesudahnya yaitu 19:11-27 memang terjadi pada setting yang sama namun perumpamaan tentang 10 uang mina inipun juga memiliki pokok pikiran yang sudah berbeda yaitu pernyataan Yesus tentang kekuasaan-Nya untuk menghakimi.
  • Dengan demikian jelas bahwa Lukas 19:1-10 adalah satu unit kisah dan pokok pikiran yang khusus dan berbeda dengan perikop-perikop pada pasal sebelum dan sesudahnya.[3]

B. Kesatuan teks
  • Kesatuan teks perikop ini sebagai satu pokok pikiran didukung dengan pemeran yang khusus yaitu Zakheus dengan Yesus dari mulai ayat 1 samapai ayat 10 menceritakan satu babak/episode yang tersendiri dengan topik khusus yaitu keselamatan untuk yang hilang.
  • Adanya kesatuan dan alur cerita dari mulai ayat 1 menjelaskan setting, ayat selanjutnya menjelaskan pertemuan Zakheus dengan Yesus, usaha Zakheus melihat Yesus, inisiatif Yesus sampai akhirnya keselamatan diterima oleh Zakheus, ditutup dengan pernyataan Yesus tentang misi-Nya.
  • Kesimpulannya: Lukas 19:1-10 merupakan satu unit kesatuan kisah tersendiri yang tidak sama dengan perikop-perikop pada pasal sebelum dan sesudahnya.

C. Analisa Struktur Teks dan Pembagiannya
1.      Yesus masuk ke kota Yerikho
                 dan berjalan terus melintasi kota itu
2.      Di situ ada seorang bernama Zakheus,
                                                      kepala pemungut cukai
                                                      dan ia seorang yang kaya
                              3. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu,                                                                  tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak,
                                                                                    sebab badannya pendek.
                                         4. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak,
                                                      lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus,
                                                      yang akan lewat di situ
  1. Ketika Yesus sampai ke tempat itu,
                  Ia melihat ke atas dan berkata : “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini                             Aku harus menumpang di rumahmu.”
  1. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
  2. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia                                                                  menumpang di rumah orang berdosa.”
  3. Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku                                                               akan kuberikan kepada orang miskin                                                                                      dan sekiranya ada sesuatu yang                                                                                         kuperas dari seseorang akan                                                                                                     kukembalikan empat kali lipat.”
  4. Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini,                      karena orang inipun anak Abraham.
  5.             Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelematkan yang         hilang.” 

Pembagian Struktur Teks
I. Pertemuan Yesus dengan Zakheus
  1. Setting (ayat 1)
  2. Deskripsi siapa Zakheus (ayat 2)
  3. Usaha Zakheus melihat Yesus (ayat 3-4)
  4. Inisiatif Yesus untuk tinggal di rumah Zakheus (ayat 5)
  5. Zakheus berespon dengan menerima Yesus (ayat 6)
II.Hasil pertemuan:
  1. Reaksi semua orang (ayat 7)
  2. Transformasi Zakheus (ayat 8)
  3. Penjelasan Yesus tentang keselamatan (ayat 9-10)

Struktur Perjalanan Yesus ke Yerusalem. (9:51-19:44)[4]
§   Hak istimewa, Misi, dan komitmen.
§   Pemuridan, kepada Yesus, dan sebelum Allah.
§   Kontroversi, koreksi dan panggilan kebenaran 
§   Pemuridan
§   Mengenal waktu alam
§   Kesucian murid dan bayar harga harga
§   Mengapa Tuhan mengejar orang berdosa?
§   Kemurahan hati
§   Pengajaran yang salah, pengampunan, iman dan pelayanan.
§   Kerendahan hati dan semua kebenaran kepada Bapa

   Beralih ke Yerusalem: Penampilan terakhir dan penawaran mesianik (18:31-19:44)
§   Belas kasihan yang kekal dari salib (18:31-43)
§   Orang yang kaya bertemu dengan keselamatan (19:1-10)
§   Pelayanan dan kembalinya Yesus (19:11-27)
§   Memasuki Yerusalem (19:28-44)


Analisis Eksegesis (Historical-Cultural Background, Word meaning, & Grammatical analysis)
I. Ayat 1-6: Pertemuan Zakheus dengan Yesus
1. Setting dan latar belakang (ayat 1)
·         Perikop tentang Zakheus merupakan bagian dari perjalanan Yesus menuju Yerusalem.  Dari mulai Lukas 18:31-19:44 merupakan rangkaian yang diawali dengan berangkat ke Yerusalem (18:31) sampai kedatangan-Nya di kota tersebut pada perikop ‘Yesus di elu-elukan’.  Ayat 1 dimulai dengan Yesus masuk ke kota Yerikho, kalimat ini menerangkan setting yang menunjukkan perjalanan Yesus ke Yerusalem semakin dekat.  Pembukaan ini menghubungkan untuk meneruskan cerita orang buta yang berada di luar Yerikho.[5]  Lukas mengatur adegan ini dengan referensi penting secara geografis ke Yerikho (sekitar 20 kilometer jauhnya).[6]  Yerikho adalah suatu kota yang permai dan makmur dimana suatu pos penting untuk memungut cukai atas berbagai-bagai barang.  Di Yerikho tinggal banyak pemungut cukai yang dipandang rendah oleh pemuka-pemuka agama dan dibenci oleh rakyat, baik karena alasan keagamaan maupun alasan politik dan sosial.[7]  Frasa berjalan terus melintasi Yerikho menggambarkan bahwa Yesus tidak bermaksud untuk tinggal di Yerikho dan Dia hanya melewati, tetapi ini memberi kesempatan Zakheus untuk melihat-Nya.[8]

2. Deskripsi Zakheus (ayat 2)
·         Setelah menerangkan setting, kini si penulis memperkenalkan tokoh selain Yesus yang sebagai subyek yaitu Zakheus yang merupakan obyek.  Zakheus dikatakan sebagai salah seorang kepala pemungut cukai.  Nama ini mungkin dibentuk dari Zakkai (misalnya Ezra 2:9), yang barangkali berarti “orang bersih” atau “suci”, suatu nama yang dianggap semua orang tidak cocok dengan tingkah laku Zakheus.[9]  Hal ini dapat dikaitkan dengan kekayaannya yang mungkin didapat dengan cara yang tidak bersih.  Pemungut cukai adalah orang yang tidak menerima gaji apapun untuk pekerjaannya, tetapi ia boleh memungut sebanyak mungkin uang, sehingga ia mempunyai sisa yang agak banyak setelah mambayar kepada pemerintah jumlah yang ditentukan itu.[10]  Dengan pengertian tersebut, kemungkinan orang banyak beranggapan bahwa Zakheus memungut jauh lebih banyak dari apa yang seharusnya.  Zakheus memang kaya tetapi tidak berbahagia, tidak dapat dihindarkan bahwa ia kesepian karena ia telah memilih jalan yang menjadikan dia seorang ”outcast” (seseorang yang dikucilkan).[11]  Terus berhubungan dengan ayat 1 mengenai pandangan masyarakat kepada Zakheus, pandangan tersebut memberikan gambaran bahwa Zakheus tidak memiliki nama baik dalam kota itu, karena seorang pemungut cukai dianggap rendah dengan berbagai sudut pandang di berbagai bidang.  Ayat ini sesungguhnya sudah menjelaskan status Zakheus sebagai orang berdosa dan terhilang.  Hal ini jelas menunjukkan bahwa kedatangan Yesus di kota Yerikho memiliki makna khusus berhubungan dengan status Zakheus tersebut yang mengarah pada tujuan Yesus secara ilahi.  Latar belakang budaya ini penting untuk memberikan penghargaan atas reaksinya ketika bertemu dangan Yesus.[12]
3. Usaha Zakheus melihat Yesus (ayat 3-4)
            Dengan statusnya yang sudah dijelaskan dalam ayat 2, kini Zakheus memiliki keinginan untuk melihat Yesus.  Motif Zakheus memang tidak dijelaskan dalam perikop ini mengapa ia ingin melihat orang apakah Yesus tetapi di ayat 3 menggambarkan suatu sosok yang rindu untuk bertemu dengan Yesus apalagi dengan pandangan umum terhadapnya.  Sepertinya Zakheus penasaran dengan sikap Yesus apakah sama atau berbeda dengan pandangan semua orang yang telah diterimanya.  Hal ini juga dapat disebabkan oleh figur Yesus yang saat itu menarik dan terkenal[13] sehingga jelas bahwa banyak orang sangat ingin bertemu atau melihat Yesus bukan hanya Zakheus saja.  Namun ditengah keinginannya yang begitu kuat, ada suatu penghalang yang membuat ia tidak dapat melihat Yesus yaitu mengenai postur tubuhnya yang kecil/pendek dengan banyaknya orang Frasa berjalan terus melintasi Yerikho menggambarkan bahwa Yesus tidak bermaksud untuk tinggal di Yerikho dan Dia hanya melewati, tetapi ini memberi kesempatan Zakheus untuk melihat-Nya yang berada pada tempat tersebut.  Green dalam sebuah tafsirannya menerangkan masalah ini memiliki dua alasan sebagai berikut.[14]  Pertama, dalam teks bahasa Yunani, lebih ditekankan bukan pada posturnya yang pendek tetapi pada kemudaannya.  Hal ini diperhitungkan sebagai perlakuan yang selayaknya tidak begitu dianggap penting oleh khalayak ramai sehingga tidak mendapat tempat.  Tubuhnya yang pendek dapat dimengerti, hal ini tidak menjadi penghalang yang signifikan untuk melihat Yesus.  Kedua, pandangan negatif terhadap Zakheus membuatnya tertolak sehingga kesulitan untuk melihat Yesus.  Entah muda atau pendek, dia diremehkan oleh orang banyak.  Pandangan ini sama dengan pandangan terhadap janda-janda, anak-anak dan orang buta (pasal 18). 
      Dengan penghalang tersebut, kini reaksi Zakheus cukup mengagumkan.  Ia tidak putus asa, ia tidak menyerah ataupun meredamkan keinginannya untuk melihat Yesus namun ia melakukan suatu usaha yaitu dengan berlari mendahului orang banyak.  Bagi Zakheus, ini bukan sesuatu yang mudah karena dengan postur tubuh yang tersebut demikian, untuk berlari dan mendahului orang banyak membutuhkan suatu tekad dan dorongan yang kuat juga cukup tenaga.  Walaupun demikian orang pendek ini memiliki keberanian untuk diejek.[15]  Suatu hal yang unik terjadi ketika Zakheus menemukan jalan keluar yaitu dengan menemukan pohon Ara yang ia jadikan untuk sarana melihat Yesus.  Zakheus menemukan cara yaitu dengan memanjat pohon (sejenis pohon kurma: muncul hanya di perjanjian baru yang berhubungan dengan istilah sukaminoz,, sykaminos, sykamine tree) karena saat itu posisi Yesus akan melewati pohon tersebut (pohon ini terdapat di Eropa hanya lebar dan pendek, ranting-rantingnya mudah dipanjat).[16]  Adanya penghalang fisik maupun keadaan yang sedemikian rupa, tindakan Zakheus untuk melihat Yesus dengan cara yang unik ini memperlihatkan perjuangan yang dapat dikatakan gigih. 

4. Inisiatif Yesus (ayat 5)
      Kini adegan memulai reaksi Yesus.  Ayat ini mulai menjawab ayat-ayat sebelumnya berkaitan dengan kondisi kota dan pandangan orang terhadap Zakheus serta status Zakheus sendiri.  Adegan ini secara implisit mulai memberikan gambaran tentang misi Yesus yang bermakna ilahi.  Yesus membuat suatu hal yang mengejutkan, Ia melihat ke atas dan memanggil Zakheus dengan namanya.  Teks tidak memberi tahu bagaimana Yesus mengetahui nama Zakheus sehingga ada beberapa kemungkinan, Yesus mengetahui nama Zakheus secara supranatural (seperti pada Yohanes 1:47-48) atau mendengar mendengar orang-orang yang memanggil Zakheus atau kemungkinan yang lain, Yesus bertanya kepada orang siapa nama Zakheus, dan dalam hal ini, Yesus mengendalikan situasi.[17]  Semakin jelas bahwa Yesus benar-benar memiliki misi untuk kekekalan.  Karena ketika dilihat dalam ayat 5 ini, akan banyak muncul pertanyaan mengapa sebenarnya Yesus harus menumpang di rumah Zakheus.  Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah berkaitan dengan misi tersebut. 
Kata “segeralah” (hurry) dalam bahasa Yunani speusaz dalam Lukas mengandung makna eskatologi yang menggabungkan dengan kehadiran Yesus (catatan menggunakan “today).[18]  Ungkapan Yesus tertulis Aku “harus” menumpang di rumahmu, ini merupakan sebuah ungkapan yang kuat.[19]  Tekanan ini menunjukkan suatu pengdeklarasian bahwa Yesus memiliki maksud dan tujuan mendesak yang tersirat pasti dilaksanakan dan bukan hanya sekedar keinginan belaka.  Dapat dilihat bahwa dalam setiap tindakan Yesus itu menunjukkan otoritas-Nya.  Sikap Yesus ini mungkin saja membuat terkejut orang-orang yang berada di tempat tersebut.  Seperti seakan-akan heran dan menjadi hal yang aneh mengapa Yesus melakukan hal itu.  Signifikansi dari poin ini adalah untuk membangun relasi dengan Zakheus dengan memberitakan kabar baik bagi kerajaan Allah.[20]

5. Respon Zakheus: Menerima Yesus (ayat 6)
            Respon Zakheus dalam ayat 6 ini menunjukkan antusias dan kegirangannya atas pernyataan Yesus.  Ketika Yesus mengumumkan bahwa Ia akan singgah kerumahnya pada hari itu, dan ketika ia menemukan seorang Sahabat baru yang mengagumkan, dengan segera Zakheus mengambil sebuah keputusan.[21]  Keputusan ini bukanlah penolakan namun menerima perintah Yesus dengan sukacita.  Respon Zakheus tidak secara eksplisit mencerminkan iman tetapi tindakan itu cukup jelas dimana Yesus mengungkapan secara dalam.[22]  Tindakan tersebut menyiratkan harapan dan iman Zakheus kepada sesuatu yang lebih dari sekedar ‘menumpang dirumahnya’ tetapi menunjukkan akan ada kepastian sesuatu berharga yang akan diterimanya.  Bahasa dari perintah di sini diulangi, menunjukkan bahwa Zakheus mempersilahkan misi tersebut berlanjut.[23]  Makna ilahi mencerminkan panggilan kedaulatan dan respon manusia yang cukup menonjol.[24] 

II. Ayat 7-10: Hasil Pertemuan
1. Reaksi Semua orang (ayat 7)
            Adegan pada ayat 7 memperlihatkan sedikit krisis terjadi dalam narasi ini. Ketika misi Yesus mulai berjalan dan si Zakheus menanggapinya dengan kegirangan, kini dijumpai pemeran antagonis yang tidak menyukai sikap dan perhatian Yesus kepada Zakheus.  Ekspresi mereka ditunjukkan dengan bersungut-sungut dan mencela tindakan Yesus.  Walaupun pada ayat-ayat sebelumnya belum diceritakan bahwa Yesus telah masuk rumah Zakheus, namun dari pernyataan “Ia menumpang di rumah orang berdosa”, dapat ditafsirkan bahwa gerutu semua orang saat itu terjadi saat Yesus telah sampai di rumah Zakheus.  Dengan demikian, terdapat pemindahan setting yang tadinya berada di luar (di jalan), sekarang telah berada di dalam rumah zakheus.  Hal ini didukung dengan ayat 8 yang langsung menjelaskan berdirinya Zakheus dan melakukan suatu tindakan yang berada dalam rumah.  Sehingga, dapat disimpulkan dari pemindahan setting ini, penulis memadatkan narasi karena cerita tidak menjelaskan proses perjalanan Yesus dan Zakheus ke rumah Zakheus. 
Bersungut-sungut sama dengan kata “menggerutu”, “mengecam” atau “mengucapkan kata-kata celaan”, ini merupakan ungkapan sinis dan tidak senang.[25]  Hal ini terucap oleh “semua orang” dan bukan beberapa orang saja.  Ucapan tersebut menunjukkan bahwa ekspresi itu merupakan pengasingan secara sosial kepada Zakheus.  Hal ini berkaitan dengan pandangan sebagai “orang berdosa” yang ditujukan kepadanya.  Istilah orang berdosa dapat dijelaskan sebagai berikut.[26]  Kata ini memiliki makna yang khusus di kalangan orang-orang Yahudi.  Pemungut-pemungut cukai apalagi kepala pemungut cukai digolongkan sebagai orang berdosa.  Di samping itu, orang-orang yang tidak mentaati hukum taurat, terutama  peraturan yang melarang orang yang makan makanan tertentu, bergaul dengan orang-orang yang bukan beragama Yahudi, di golongkan dengan orang berdosa.  Orang-orang seperti itu dianggap rendah oleh pemimpin agama Yahudi . 
Dengan penjelasan tersebut, Yesus makan dengan Zakheus merupakan hal yang sangat tidak dilayakkan oleh semua orang.  Dari pandangan semua orang ini dapat dilihat bahwa apa yang Tuhan lakukan kepada Zakheus semata-mata hanya karena anugerah.  Kasih karunia-Nya tidak memandang manusia (dalam konteks ini adalah Zakheus) dengan standar manusia (semua orang). 
2. Tranformasi: Pertobatan (ayat 8)
            Kini adegan baru dimulai dengan reaksi Zakheus yang cukup menonjol.  Ia berdiri dan berkata kepada Tuhan.  Tidak disebutkan kapan ia mengucapkan kata-kata itu, namun sangat mungkin ia mengatakannya sesudah makan, yaitu sesudah dia mengamati sikap Tuhan dan mendengar kata-kata-Nya.[27]  Apa yang Zakheus lihat dari Yesus membawanya kepada suatu tindakan yang menunjukkan perubahan yang cukup mengejutkan.  Ia memberi setengah dari hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan apa yang sekiranya telah ia peras dengan empat kali lipat.  Hal ini menunjukkan pertobatan Zakheus yang sungguh-sungguh.  Memberi adalah pengalaman yang baru untuk Zakheus karena sebelumnya ia hanya tertarik untuk mengambil, di ayat 8 ia mengatakan bahwa sekiranya ”ada sesuatu yang kuperas” menunjuk pada jenis kalimat bersyarat yang dipakai (Yunani: ei……esykophantesa) memperlihatkan bahwa ia sadar betul telah memeras uang dari orang lain.[28]  Zakheus melakukan tindakan yang radikal kali ini karena restitusi yang normal dalam PL untuk menebus kecurangan tersebut adalah duapuluh persen nilai yang hilang, sehingga dengan tindakan tersebut ia mengembalikan uang melebihi yang seharusnya diperlukan dan ditetapkan, ia menanggung selayaknya sebagai pencuri binatang (kel. 22:1).[29]
             Pertemuan Zakheus benar-benar memberikan dampak dan membawanya mengambil suatu keputusan besar.  Kedatangan Yesus memberikan hidup baru kepada Zakheus dan iapun memperlihatkan ekspresi berterimakasih dimana hal ini membawa perubahan hidup kepada keselamatan.[30]  Kali ini Zakheus ingin menyangkal posisinya sebagai orang berdosa dengan kejujurannya, Fitzmyer berpendapat hal ini memperlihatkan sebuah iman dan jika dilihat dari latar belakang budaya hal ini menunjukkan keseriusan janji Zakheus dan perubahan hatinya.[31]  Perkataan Yesus didahului oleh apa yang dikatakan Zakheus dan membuktikan keajaiban besar seperti yang dimaksudkan dalam 18:24-27 bahwa seorang kaya akan melepaskan diri dari kekayaan hartanya dan menjadi warga kerajaan Allah.[32]  Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil dalam kasih anugerah Allah dan Yesus adalah pribadi yang berotoritas untuk melakukan pemilihan atas kedaulatan-Nya.  Ungkapan Zakheus ini juga kontras dengan gerutu yang disampaikan semua orang. 

3. Penjelasan Yesus (ayat 9-10)
      Yesus menutup bagian ini dengan menjelaskan misi-Nya yang sangat penting dalam kedatangan-Nya.  Pernyataan ini juga dapat dikatakan sebagai kesimpulan dari seluruh perhatian yang dijelaskan dalam adegan-adegan sebelumnya.  Yang ditekankan dalam ayat ini adalah luasnya kasih karunia Allah dimana Zakheus telah bertemu dengan Juruselamat dan hasil dari pertemuan itu berarti bahwa keselamatan itu telah hinggap kepadanya.[33]  Keselamatan kepada rumah ini, berarti bahwa keselamatan tersebut juga untuk setiap orang yang bertemu, yang datang dan menerima diselamatkan.[34]  Perkataan Yesus kali ini ditujukan kepada setiap orang yang hadir dalam rumah tersebut yang diperkirakan ikut mendengar perkataan-perkataan Yesus dan melihat pertobatan Zakheus.  Kata ‘keselamatan’ mengarah pada pemulihan komunita umat Allah dan realita tersebut menandai kehadiran Allah dalam hidup mereka.[35]  Tuhan Yesus mengatakan bahwa “orang inipun anak Abraham”.  Anak Abraham ini berarti bukan hanya orang-orang Farisi dan pemimpin-pemimpin Yahudi yang lain di tempat itu tetapi Zakheus juga, sehingga Zakheus juga menerima berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham.[36]  Selain itu, anak Abraham bukan hanya berarti menyangkut garis keturunan Yahudi tetapi maksud lebih mengarah kepada “jejak langkah” dari iman Abraham (Roma 4:12).[37] Dalam perkataan Tuhan Yesus ini memperlihatkan bahwa kasih-Nya tidak memandang bulu, ia mengangkat seseorang kepada status yang mulia. 
      Pada bagian akhir perkataan Yesus dalam bagian ini, Yesus memberikan penjelasan yang agung mengenai misi-Nya (ayat 10).  Perkataan ini menjawab seluruh hal yang unik di dalam cerita ini.  Bagian Yesus dalam pernyataan keduanya adalah Anak Manusia, kata zhtew digunakan untuk pencarian anak yang hilang (Mat. 18:12; Yez 34:16) dan juga kata sozw  digunakan di area yang sama (Yez 34:22; Yoh 10:9), ide penyelamatan ini adalah sebagai tujuan dari pekerjaan Yesus yang mendunia tetapi pemikiran ini juga mengarah pada eskatologis.[38]  Inilah tujuan Yesus datang ke Dunia dalam karya penebusan-Nya.  Sasaran Yesus adalah orang yang terhilang.  Sungguh istimewa anugerah ini karena benar-benar kontras dengan pandangan dan kasih manusia.  Menyelamatkan yang hilang berarti menyelamatkan siapa saja yang tersesat jalan hidupnya seperti Yesus mengumpamakan sebagai domba yang hilang.[39]  J. Willcock menjelaskan kata hilang ini bukan hanya hilang karena dosa tetapi hilang juga dalam sosial (dikucilkan), hilang dalam keraguan, hilang dalam kelayakan dan hilang dalam sukacita, semua yang dirasakan seakan-akan hilang, sehingga tujuan-Nya adalah untuk menemukan dan menyelamatkan.[40]  Misi Yesus dilakukan melalui inisiatif membangun hubungan dari yang tidak mengenal Allah untuk mengenal Allah dan yang paling penting adalah inisiatif Yesus untuk mencari dan menyelamatkan diberikan kepada mereka yang merespon melalui iman.[41]  Perkataan Yesus ini merupakan suatu pendeklarasian besar.  Pernyataan ini dapat dikatakan sebagai ringkasan dari seluruh kitab “Injil” (yang artinya ‘kabar baik’).[42]
           
Kesimpulan
            Yesus datang saat itu sebagai sosok yang cukup terkenal. Banyak orang yang mungkin ingin melihat-Nya, termasuk Zakheus yang oleh masyarakat setempat dipandang sebagai manusia rendah, berdosa, dan pengkhianat umat Allah.  Namun Yesus berbeda dengan orang banyak. Ia justru mencari dan menyelamatkan Zakheus. Hal ini membawa Zakheus kepada pertobatan yang menuju keselamatan. 

Amanat Teks   : Subyek dan komplemen
Subyek            : Inisiatif Yesus menyelamatkan Zakheus (orang berdosa)
Komplemen     : Apakah hasil dari peristiwa tersebut tersebut? →  perubahan   hidup
                       
AT:  Yesus mencari dan menyelamatkan Zakheus, orang berdosa sehingga Zakheus
         mengalami perubahan hidup.




[1]Leon morris,  The Tyndale New Testament Commentaries LUKE  (Surabaya: Momentum, 2007) 297.
                [2]Darrell L. Bock, Baker Exegetical Commentary on the New Testament: LUKE 9:51-24:53 (Grand rapids: BakerBooks, 1996) 1513.
[3]Ibid. 1493.
[4]Darrell L. Bock, LUKE  [The NIV Application Commentary. (Grand Rapids: Zondervan, 1996) 478]

            [5]Howard Marshall, New International Greek Testament Commentary: Commentary on LUKE.  (Grand rapids: Eerdmans, 1996) 695.
                [6]Oel B. Green, The New International Commentary on the New Testament: The Gospel of LUKE.  (Grand rapids: Eerdmans, 1997) 668.
                [7]B.J Boland, Tafsiran Lukas 9:51-24:53 II (Jakarta: Gunung Mulia, 1982) 180.
                [8]Leon Morris, The Tyndale New Testament Commentaries: LUKE  (Surabaya: Momentum, 2007) 297.
                [9]Boland, Tafsiran Lukas  180.
[10] I.H. Marshall, Tafsiran Alkitab Masa Kini: Matius-Wahyu (Jakarta: Gunung Mulia, 1981) 249.
                [11]William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap Hari: INJIL LUKAS. (Jakarta: Gunung Mulia, 2005) 345.
                [12]Bock, The NIV Application 478.
                [13]Bock, Baker Exegetical 1517.
                [14]Green, The New International 670.
                [15]Barclay, Pemahaman 346.
                [16]Bock, Baker Exegetical 1517.
[17]Ibid. 1518.
[18]John Nolland, Word Biblical Commentary (Dallas: WordBooks, 1989) 905.
[19]Morris, The Tyndalle 298.
                [20]Green, The New International  670.
                [21]Barclay, Pemahaman 346.
                [22]Bock, Baker Exegetical  1518.
                [23]Nolland, Word Biblical 905.
                [24]Kenneth L. Baker dan John. R. Kohlenberger III, The Expositor’s Bible Commentary (Grand Rapids: Zondervan, 1994) 271.
            [25]Reiling J. dan J.L Swellengrebel, Pedoman Penafsiran Alkitab: Injil Lukas ([terj. Robert Bratcher] Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia bersama dengan Yayasan Karunia Bakti Budaya Indonesia, 2005) 590.
                [26]Ibid.
            [27]Charles F. Pfeiffer dan Everett F. Harrison, The Wycliffe Bible Commentary. (Malang: Gandum Mas, 1962) 275.
                [28]Ibid.
                [29]Bagian ini diambil dari beberapa sumber yaitu Charles F. Pfeiffer dan Everett F. Harrison, The Wycliffe 275 dan Bock, Baker Exegetical 1518.
                [30]Marshall, New International Greek 698.
                [31]Bock, Baker Exegetical 1519-1521.
                [32]Boland, Tafsiran Lukas 182.
[33]Ibid.
[34]J. Willcock, The Preacher’s Complete Homiletic Commentary: Commentary on the Gospel According to LUKE (Grand Rapids: BakerBooks, 1996) 506.
[35]Green, The New International 672-673.
[36]Reiling J. dan J.L Swellengrebel, Pedoman 583.
[37]Kenneth L. Baker, NIV Study Bible (Grand Rapids: Zondervan, 2002) 1608.
[38]Marshall, New International Greek 698-699.
[39]Reiling J. dan J.L Swellengrebel, Pedoman 584-585.
[40]J. Willcock, The Preacher’s 506.
[41]Bock, Baker Exegetical 1523.
[42]Boland, Tafsiran Lukas 183.

1 komentar: