25 Agustus 2011

Khotbah Kejadian 19:1-29


AMAZING GRACE
OLEH T. ANDREIAS


Pendahuluan
Saudara, pada tahun 1986 Rusia atau Uni Soviet pada waktu itu, pernah digoncangkan dengan keberadaan sebuah kota yang bernama Chernobyl.  Kota ini adalah kota yang mempunyai pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah bertahun-tahun berjalan dengan baik.  Tetapi pada suatu ketika reaktor nuklir dari pembangkit ini mengalami kerusakan sehingga terjadi kebakaran yang sangat dasyat.  Saudara, dampak dari bencana ini ternyata lebih besar dari yang diduga.  Radiasi nuklir dari Chernobyl telah terpencar ke udara dan berbaur dengan awan sehingga air hujan yang turun mengandung kadar radioaktif yang sangat tinggi dan mengancam penduduk Rusia.
Saudara, radiasi ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel tulang manusia dan dapat menyerang liver manusia sehingga dapat menimbulkan kanker yang ganas.  Saudara, sedemikian berbahayanya dampak dari radiasi radioaktif ini sehingga dapat mengakibatkan kerusakan sel tulang dan kanker yang mematikan pada manusia.  Tetapi tahukah Saudara, ada radiasi yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan radiasi Chernobyl.  Jika radiasi Chernobyl hanya berpengaruh pada Rusia saja, maka radiasi yang satu ini telah mempengaruhi dunia dan tidak ada seorang pun yang luput dari radiasi jenis ini.  Bahkan dampak dari radiasi ini bersifat kekal selama-lamanya.  Saudara, radiasi ini adalah radiasi dosa.
Ijinkan saya bertanya kepada Saudara,  Adakah diantara kita yang dapat berkata bahwa kita benar-benar bebas dari dosa, tidak pernah melakukan dosa sekalipun, dan hidup dengan sempurna?  Saudara,  Bukankah selama kita hidup, kita akan selalu bergumul dengan yang namanya dosa dan seringkali kita mengalami kegagalan?  Dan karena dosa inilah maka masa depan manusia menjadi sangat suram.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dosa dapat membuat masa depan manusia menjadi sangat suram?
ini semua adalah karena manusia yang berdosa pasti mendapat hukuman dari Allah (ay. 1-9, 24-26).
Saudara, radiasi dosa benar-benar telah mendarah daging di dalam kehidupan manusia dan gambaran tentang manusia yang dikuasai dosa ini dapat kita lihat dengan jelas dari kejadian di Sodom dan Gomora.

Penjelasan
Saudara, kota Sodom memang kota yang indah, tetapi tidak demikian dengan kondisi masyarakatnya.  Kota ini dihuni oleh masyarakat yang dikuasai oleh dosa. Dan keadaan moral yang rendah dari orang-orang Sodom sebenarnya sudah terlihat ketika Lot menyambut malaikat di pintu gerbang kota.  Pintu gerbang merupakan tempat umum di mana orang-orang biasanya menemui rekan-rekannya untuk berdagang, melakukan suatu pengadilan dan bertemu raja-raja kota.  Tetapi, walaupun pintu gerbang ini merupakan tempat di mana orang-orang berkumpul, tidak didapati orang lain yang memberikan sambutan kepada para pendatang ini.  Saudara, orang-orang Sodom adalah orang yang tidak bersahabat.  Mereka adalah orang-orang yang tidak ramah yang dikuasai oleh hawa nafsu mereka.
Hal ini semakin jelas ketika “orang-orang lelaki,” “dari yang muda sampai yang tua,” dan “seluruh kota” bermaksud untuk memperkosa tamu-tamu Lot.  Kata “pakai” pada ayat 5 ini memiliki bahasa asli “yada” yang memiliki arti “menjadi saling mengenal.”  Kata ini dipakai dalam konteks hubungan seksual.  Saudara,  tidak berhenti sampai di sini, ketika Lot mencoba untuk melindungi tamu-tamunya ini orang-orang Sodom justru semakin marah dan bermaksud untuk memperkosa Lot.
Orang-orang Sodom benar-benar dikuasai oleh dosa.  Yudas 7 mencatat bahwa mereka hidup di dalam percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tidak wajar.  Tidak hanya itu, Yehezkiel 16:49 menuliskan bahwa orang-orang Sodom juga adalah orang-orang yang hidup dengan kecongkakan, mementingkan diri sendiri, egois dan tidak mau membantu orang miskin.
Saudara, Tuhan begitu murka dengan orang-orang Sodom.  Dia menghukum mereka dengan hujan belerang dan api yang menghancurkan kota, penduduk, dan tumbuh-tumbuhan di tanah, termasuk istri Lot yang menjadi tiang garam.  Saudara,  Istri Lot ini tidak luput dari hukuman Tuhan karena dia melanggar perintah Allah untuk tidak menoleh ke belakang.  Di sini istri Lot sebenarnya tidak hanya mengarahkan perhatian ke belakang tetapi dia berkeinginan untuk kembali ke kota.  Saudara, tampaknya istri Lot pun telah menjadi bagian dari penduduk kota Sodom.  Dia dikuasai rasa ingin tahu dan kasih yang luar biasa atas hal-hal yang ada di Sodom.
Saudara,  Yesus pernah berkata bahwa Anak manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.  Yesus pernah datang ke dunia sebagai bayi yang tidak berdaya.  Dia bertumbuh sebagai manusia dewasa yang dapat dihina dan disesah.  Tetapi tidak demikian dengan kedatangan-Nya yang kedua kali. Ia akan datang sebagai hakim yang akan menjatuhkan vonis hukuman kepada semua manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Ilustrasi
Saudara, saya mempunyai seorang teman yang sangat ceria.  Kehadirannya membawa kehangatan bagi komunitas di mana kami biasanya berkumpul.  Pada suatu kali terjadi perubahan dalam dirinya.  Keceriaannya telah menjadi kemurungan.  Saya bertanya-tanya, apa yang terjadi padanya?  Saudara, saya mencoba untuk mencari tahu dan akhirnya saya dapat memahami mengapa dia berlaku demikian.  Mamanya yang dia kasihi divonis oleh dokter mengalami kanker darah dan hanya mempunyai harapan hidup hanya beberapa bulan saja.  Saudara, vonis seorang dokter membuat keceriaan dari teman saya itu lenyap, betapa lebihnya vonis Allah yang berkata bahwa semua manusia telah berdosa dan harus mendapatkan hukuman.

Aplikasi
Saudara, vonis Allah ini berlaku bagi semua manusia termasuk saudara dan saya.  Ini sesuatu yang sangat serius.  Setiap kita sedang mengantri menuju kebinasaan kekal sebagai akibat dosa-dosa kita kepada Allah.  Mungkin Saudara, bertanya: tetapi apakah dosa yang telah saya lakukan?  Saya tidak merampok, membunuh, korupsi, atau selingkuh.  Saudara, dosa tidak hanya bebicara tentang perbuatan tetapi juga apa yang ada di pikiran kita, perasaan kita, motivasi kita.  Mungkin kita dikuasai oleh kepahitan, kekecewaan, kesombongan, amarah, iri hati, cemburu dan sebenarnya masih banyak lagi daftar dosa yang masih kita simpan.  Ketahuilah bahwa karena dosa-dosa inilah Allah menghukum kita.

Saudara, jelas bahwa karena dosa, semua manusia, termasuk Saudara,  dan saya, harus menanggung hukuman kekal dari Allah. Tetapi Saudara, selain murka Allah atas dosa, dari teks firman Tuhan ini kita juga dapat melihat bahwa ada manusia yang diselamatkan Allah dari hukuman dosa.

Dan dia (manusia) diselamatkan karena telah dipilih oleh Allah berdasarkan kasih karunia (ay.10-23, 27-29).

Penjelasan
Saudara, ada pandangan yang mengatakan bahwa keselamatan bisa didapatkan karena perbuatan baik.  Itu sebabnya ada begitu banyak orang yang berlomba-lomba untuk berbuat amal.  Seorang artis di Indonesia yang memberikan bantuan biaya sekolah kepada ratusan anak pernah berkata “ saya tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang saya lakukan ini karena saya tahu Tuhanlah yang akan membalasnya dengan memberikan pahala bagi saya.”  Benarkah pandangan ini? Benarkah bahwa seseorang akan mendapat pahala atau keselamatan dengan berbuat baik?
Saudara, paling tidak,  ada dua kali penyelamatan yang dilakukan Tuhan bagi Lot dari teks ini.  Yang pertama, ketika orang-orang Sodom mencoba untuk menyerang Lot, malaikat mengulurkan tangannya, menariknya ke dalam, lalu menutup pintu.  Kata “menutup” sama konsepnya dengan Kejadian 7:16b yang memakai kata kerja “sagar,” sedangkan “mengulurkan tangannya” sama dengan kata yang dipakai ketika Nuh mengulurkan tangannya …dan dibawanya (burung merpati) masuk ke dalam bahtera.” Keduanya menunjukkan tindakan aktif dari subyek pelaku.
Yang kedua adalah ketika Tuhan menyelamatkan Lot dari penghukuman dosa Sodom dan Gomora.  Waktu itu Lot berlambat-lambat karena berat hatinya meninggalkan Sodom.  Padahal malaikat sudah memperingatkan supaya “jangan menoleh ke belakang” yaitu pergi dengan cepat tanpa memikirkan kota Sodom lagi.  Tetapi meskipun dia berlambat-lambat, Allah tetap menyelamatkan Lot dengan menuntunnya keluar kota.  Saudara, kedua kisah penyelamatan ini menunjukkan bahwa Lot sama sekali tidak mempunyai peran berkenaan dengan keselamatan dirinya.  Tuhanlah yang berinsiatif menyelamatkan Lot.
Saudara, Lot sebenarnya adalah orang yang egois.  Watak ini muncul ketika ia berpisah dengan Abraham dan memilih lembah Yordan yang baik.  Keegoisannya ini juga tampak ketika dia mencoba untuk menyelamatkan tamunya dari orang-orang Sodom dengan mengorbankan anak-anaknya perempuan untuk memuaskan nafsu mereka.  Lot adalah orang yang penakut dan berkompromi dengan dosa.  Lot juga gagal untuk menjadi pemimpin keluarga yang baik.  Dia tidak dapat memimpin anak-anak, menantu serta istrinya untuk hidup di dalam kebenaran karena dia sendiri tidak hidup di dalam kebenaran.  Saudara, Lot juga adalah orang yang berdosa.  Lalu mengapa Tuhan menyelamatkan dia?  Bukankah orang yang berdosa harus dihukum?
Saudara, penjelasan tentang hal ini dapat kita lihat dari ayat 16 dan 29. Di sini kita dapat melihat bahwa ketika asap dari kobaran api membumbung dari kota, dari tempat lain Abraham memandang Sodom dan menyimpulkan bahwa kematian total telah terjadi.  Dia tidak mendapatkan pernyataan pribadi bahwa Lot dan keluarganya masih hidup tetapi ada kemungkinan dia mengingat keponakannya ini.  Pada saat Abraham mempertanyakan hidup Lot inilah, Allah juga bergerak untuk menyelamatkan Lot dari hukuman Sodom.  Sekarang semua menjadi jelas mengapa Lot diselamatkan.  Lot dipilih untuk diselamatkan sebagai wujud kasih karunia Allah kepadanya yang sebenarnya juga dinyatakan kepada Abraham.
2 Pet. 2:7 berkata “tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar yang terus menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tidak mengenal hukum dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja.” Saudara, di ayat ini Lot disebut sebagai orang benar dan dibedakan dengan orang-orang Sodom.  Ini bukan karena Lot tidak berdosa, tetapi dia telah dipilih Allah di dalam kasih karunia.
Saudara, pemilihan Tuhan atas Lot ini semakin nyata jika kita melihat dari garis keturunanya yaitu Moab. Dari Moab inilah nantinya akan memunculkan Rut dan dari keturunan Rut inilah nantinya lahir seorang Mesias yang menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.  Ini bukan di dasarkan pada perbuatan baik dari Lot tetapi semata-mata karena kasih karunia Allah.

Ilustrasi
Saudara, suatu kali ada seorang adik bimbing yang baru saja bertobat yang datang kepada pembinanya dan bertanya, “kak, mengapa Tuhan memilih saya untuk menerima keselamatan?” lalu pembinan itu menjawab, “karena Tuhan mengasihimu.” Saudara, mendengar jawaban ini dia tidak puas dan berkata, “Iya kak, saya tahu Tuhan mengasihiku, tetapi mengapa dia mau mengasihiku? Bukankah hidupku itu sudah rusak?” Pembina itu menjawab untuk yang kedua kali, “Ya, karena Tuhan mengasihimu.” Adik bimbing inipun menjawab, “kak, bukankah sudah ku katakan, aku tahu Tuhan mengasihiku, tetapi tidakkah ada alasan mengapa Dia mau mengasihiku bahkan mau berkorban untukku?” maka dengan tenang pembina itu menjawab, “Iya, aku tau yang kau maksud, tetapi jawabnya sama, karena Tuhan mengasihimu. Dia mengasihi bukan karena kamu punya alasan untuk dikasihi. Dia mengasihi karena Dia mau mengasihi apapun keadaanmu. Itulah anugerah.”
Saudara, dari cerita ini kita dapat belajar bahwa Allah mengasihi kita dengan menyelamatkan kita dari hukuman dosa bukan karena kita layak diselamatkan, tetapi karena Allah memutuskan untuk mengasihi kita.

Aplikasi
Saudara, kita adalah manusia yang berdosa di hadapan Allah.  Perbuatan baik yang kita lakukan tidak dapat menyelamatkan kita karena kita memiliki status sebagai manusia yang berdosa.  Memberikan persembahan ke gereja secara rutin, memberikan sumbangan untuk korban bencana, datang ibadah setiap minggu, ini semua memang baik tetapi semua kebaikan kita tidak dapat menyuap Allah supaya menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Satu-satunya cara supaya kita mendapatkan keselamatan adalah melalui anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.  Saudara, bukalah hati-Mu.  Bertobatlah sunguh-sungguh dari dosa-dosamu, mintalah pengampunan-Nya dan terimalah Yesus sebagai Tuhanmu.

Penutup
Saudara, hukuman Allah sedang menanti manusia yang berdosa.  Tetapi Puji Tuhan karena Dia menyelamatkan orang-orang yang dipilih-Nya bukan berdasarkan perbuatan tetapi berdasarkan kasih karunia-Nya melalui Yesus Kristus.
Saudara, di dalam Yesuslah kita dipilih Allah.  Kematian-Nya di atas kayu salib merupakan tindakan Allah untuk menyatakan anugerah-Nya bagi kita.  Dialah yang menjadi pengantara kita dengan Allah sehingga kita mendapatkan kasih karunia.  Yesus telah menggantikan kita untuk menjalani hukuman dosa-dosa kita dan barang siapa percaya kepada-Nya akan diselamatkan. 
Saudara, bagi kita yang telah percaya, keselamatan menjadi jaminan yang pasti kita terima dan Keselamatan ini merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Oleh karena itu, Marilah kita datang kepada-Nya dengan kesadaran penuh bahwa kita membutuhkan Dia. Ucapkanlah syukur jika engkau telah menerima anugerah Allah melalui Yesus Kristus. Ketahuilah itu bukan karena kebaikanmu. Tetapi jika engkau masih berpikir tentang kengerian hukuman dosa yang akan kau terima dan engkau menjadi begitu takut karena engkau tahu saat ini bahwa engkau sedang menuju kepada kebinasaan kekal, undanglah Yesus untuk menjadi Juru selamat dan Tuhanmu.

Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar