27 Agustus 2011

Khotbah Lukas 19:1-10

INISIATIF YESUS YANG MENYELAMATKAN
OLEH ELISABETH N.


Pendahuluan
Saudara-saudara, saya memiliki teman semasa SMA. Ia seorang anak pendeta  dan sangat lihai memainkan musik.  Hampir setiap hari ia melakukan pelayanan.  Setiap kali ia melayani di gereja dengan bermain musik, suasana pujian menjadi sangat hidup.   Suaranya juga bagus untuk memuji Tuhan.  Saudara-saudara, Statusnya tidak diragukan lagi, ia Kristen alias dikatakan anak Tuhan.  Namun suatu kali ayahnya dipanggil ke sekolahnya, dan kabar apa di terima SS? Anak ini dikeluarkan dari sekolah karena perilakunya sudah tidak dapat ditolerir lagi, ia jarang masuk sekolah, seminggu hanya 2-3 kali.  Ayahnya pulang dengan sangat malu.  Ternyata ketika di gereja ia menggunakan tangannya untuk melayani dengan main musik, tetapi diluar ia merokok, minum-minuman keras, berantem, pernah ia hampir membunuh orang.  Di gereja ia memakai suaranya untuk memuji Tuhan, tetapi diluar ia berkata-kata kotor melebihi remaja lain yang tidak mengenal Tuhan.         
         Saudara, status sebagai anak Tuhan yang melayani ternyata tidak mencerminkan sikapnya sebagai orang Kristen, yang seharusnya hidup benar.  Berapa banyak orang yang tampil sebagai orang Kristen, namun orang lain tidak melihat sesuatu yang berbeda dari hidup kita?  Lalu apakah yang harus kita tunjukkan sebagai bukti status bahwa kita adalah orang-orang yang telah menerima Kristus? 
        Perubahan hidup itulah yang seharusnya menjadi bukti nyata bahwa status kita adalah orang-orang yang telah menerima keselamatan dalam Kristus.
        Inilah juga yang terjadi pada Zakheus, orang berdosa, dimana status baru yang ia peroleh melalui keselamatan, terbukti dengan perubahan hidupnya.

I.  Perjumpaan Kristus dengan orang berdosa (poin tidak dibacakan)
Penjelasan
Saudara, perjumpaan merupakan awal dari sebuah relasi entah itu dengan siapapun atau apapun.  Bagaimana orang bisa lebih kenal apalagi dekat kalau bertemu saja belum? Saat orang tua ingin menjodohkan anak-anak mereka, langkah pertama yang dilakukan biasanya adalah mempertemukan keduanya, baru bisa masuk ketahap yang lebih lanjut.  Saya rasa begitu juga dengan kisah ini, bagaimana Zakheus, yang dikatakan sebagai orang berdosa itu dapat mengalami keselamatan dan perubahan hidup kalau berjumpa dengan Sang Juru Selamat saja belum?  Dan yang menarik adalah mengapa Zakheus ini disebut orang berdosa?
            Jika kita lihat ayat 2, di situ menyebutkan dengan jelas siapakah Zakheus itu, ia adalah kepala pemungut cukai dan seorang yang kaya.  Saudara, pemungut cukai adalah jabatan yang sangat dibenci oleh rakyat dan pemimpin Yahudi saat itu, karena 2 alasan: 1)Pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat bangsa Yahudi karena bekerja sama dengan penjajah yaitu Romawi.  2)Pemungut cukai biasanya adalah seorang penipu karena menarik pajak lebih dari yang seharusnya.  Dan posisi Zakheus saat itu adalah kepala pemungut cukai alias ‘bos’, sehingga dia semakin dibenci.   Bagi Zakheus, yang penting saya kaya.  Tetapi sebenarnya Saudara-saudara, ia mengalami keterasingan sosial sehingga jiwanya merasakan kekosongan. 
          Namun saat itu Zakheus mendengar bahwa Yesus, Mesias yang terkenal dan banyak melakukan mujizat itu datang ke kotanya.  Hal itu membuat Zakheus sangat ingin melihat-Nya dan orang banyak pun demikian.  Zakheus penasaran sama yang namanya Yesus.  Namun masalahnya Saudara, badan Zakheus pendek, bagaimana bisa berebut dengan sekian banyak orang?  Dan lagi, image Zakheus juga negatif.  Tetapi, walaupun tidak mudah, ia tetap berusaha keras, berlari, mendahului orang banyak, akhirnya menemukan pohon Ara dan dengan idenya untuk memanjat, ia berhasil melihat Yesus.  Saudara, mengapa reaksi Zakheus sampai sebegitunya? itu menunjukkan bahwa dalam jiwanya, orang berdosa ini sangat membutuhkan Yesus.  Namun sebenarnya, benarkah orang berdosa ini yang berusaha mencari dan menjumpai juru selamat? Ternyata jauh sebelum Zakheus beraksi, Yesus telah berinisiatif lebih dulu.
Dikatakan bahwa Yesus masuk ke kota Yerikho.  Saudara, ternyata Yerikho salah satu pusat perpajakan terbesar di Palestina dan pusat pemungut cukai tinggal.  Dan yang aneh, ditengah kerumunan banyak orang berebut melihat Yesus, eh Yesus malah melayangkan pandangnya kepada Zakheus, orang yang sebelumnya tidak dikenal dan berkata “Zakheus turunlah! Aku harus menumpang dirumahmu.”  Kata harus dalam kalimat tersebut berarti bahwa apa yang Yesus katakan bukan sekedar keinginan belaka tetapi ada maksud dan tujuan mendesak yang tersirat pasti dilaksanakan.   Jadi bukan sebuah kebetulan, kedatangan Yesus memiliki makna ilahi penting bahwa Ia datang, sengaja memberi kesempatan kepada Zakheus untuk melihat-Nya.  Dialah yang berinisiatif  lebih dulu untuk mencari Zakheus, bukanlah sebaliknya. 

Ilustrasi
Saudara, pantun jawa berbunyi demikian: “Duduh kelopo, sing butuh moro” (Duduh kelopo=air kelapa). Sing butuh moro artinya yang butuh menghampiri kepada yang dibutuhkan.  Pepatah ini saya kira bukan hanya dipegang orang Jawa saja tetapi inilah rumus umum yang berlaku ditengah kehidupan bahwa yang membutuhkan secara otomatis akan mencari dan menemui yang dibutuhkan.  Jarang sekali yang dibutuhkan itu datang menghampiri yang membutuhkan, ya kebalik.  Buat apa?

Aplikasi
Di sinilah perbedaan Tuhan Yesus.  Sama dengan Zakheus, kita ini adalah manusia berdosa yang sama sekali tidak layak.  Kita yang butuh keselamatan namun Tuhan yang rela datang untuk mencari dan menyelamatkan kita.  Itu bukan hasil usaha kita, Ia sendiri yang berinisiatif datang kedunia, masuk ke dalam hati kita dan memanggil kita.  Lebih dari itu, Ia memberikan kesempatan kepada setiap kita untuk berjumpa dan mengenal dengan Dia secara pribadi.  Dialah yang mengundang kita untuk memiliki hubungan yang indah dengan Dia.  Di sinilah letak besarnya anugerah Tuhan.  Lalu, apa yang seharusnya dilakukan untuk meresponi anugerah itu?

2. Perubahan hidup sebagai bukti status yang baru
Penjelasan        
Saudara-saudara, saat Yesus berkata, “Zakheus, turunlah!”, tentu Zakheus tidak menolak, dari atas pohon ia melihat dan mendengar, “Wow, Yesus memanggilku” Tentu saja dengan kegirangan dan antusias, ia mengiyakan ajakan Yesus.  Saudara-saudara, ayat 6 mengatakan bahwa reaksi Zakheus bukan sekedar turun biasa, tetapi segera turun.  Kata segera di sini berarti bahwa dia turun dengan sangat cepat, tidak mempedulikan bagaimana posisi turunnya, mungkin kalau orang Sunda bilang tuturubun.  Mengapa demikian ? Karena ia yakin Saudara-saudara, di dalam Yesus akan ada sesuatu hal yang sangat berharga yang pasti ia peroleh. 
          Tetapi tunggu dulu, perjumpaannya tidak semulus itu, semua orang dikatakan “bersungut-sungut” (ay.7).  Saya kira dalam kondisi tersebut mungkin mereka berkata satu dengan yang lain dengan nada yang heran/sinis/menyalahkan/mencela “Yesus menumpang dirumah orang berdosa, ih mengapa Yesus begitu?”   Ini memperlihatkan kepada kita bahwa Zakhues memang orang yang tidak layak dan berdosa.  Orang lain tidak merelakan malah menyalahkan tindakan Yesus.
       Walaupun demikian, reaksi Zakheus mengejutkan, ia justru berkata, “Tuhan,  setengah hartaku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada yang kuperas akan kukembalikan empat kali lipat”. Saudara, dalam restitusi PL, seseorang yang mengambil milik orang lain, Hukum Taurat menuntut untuk mengembalikannya sejumlah yang diambil + seperlima dari nilai yang hilang seperti dalam Imamat 6:5. Artinya harus mengembalikan 120%. Namun Zakheus mengembalikan bukan 120%, tetapi 400%.  Bukan hanya itu, setengah hartanya pribadi juga diberikan kepada orang miskin.  Saudara-saudara, dari sini kita bisa lihat perbedaan yang drastis dan kontras dari Zakheus.  Sebelumnya Zakheus adalah orang yang hanya tertarik untuk mengambil namun sekarang ia mengalami perubahan yang radikal yaitu memberi.  Sebelumnya, uanglah yang menjadi segala-galanya dan nomor 1 dalam hati Zakheus, namun setelah perjumpaan itu, Kristuslah yang menjadi no.1 dan segala-galanya bagi Zakheus.  Hal itulah yang membuat ia rela melepaskan sesuatu yang dulunya berarti yaitu uang. Hatinya telah diperbaharui oleh Tuhan à Inilah makna pertobatan yang sesungguhnya.
         Saudara, ada kemiripan antara hidup Zakheus dengan hidup Paulus.  Mereka dulunya sama-sama hidup dalam dosa. Paulus dulunya menganiaya orang percaya, sedangkan Zakheus cinta uang. Namun satu hal yang membuat mereka sama: setelah berjumpa dengan Kristus, Yesuslah yang menjadi kecintaan mereka dan terjadi perubahan hidup. 

Ilustrasi
        Saudara-saudara, ada seorang dokter yang cukup terhormat di sebuah RS.  Dokter ini memang ahli sehingga kebanyakan pasien yang datang akan cocok untuk berobat kepadanya.  Namun, dokter itu tidak terlalu disukai oleh orang-orang di RS karena orangnya malas diatur, tidak mau kalau disuruh melakukan yang ini dan itu juga tidak pernah bersedia bila dipindah tugas, dll.  Selidik punya selidik, ternyata dokter ini selalu hidup nyaman dari kecil dan dia sangat betah dengan kenyamanannya hidup (posisi, tempat, cara kerja, dll). Bahkan Saudara-saudara, dia rela berkonflik dengan orang lain jika kenyamanannya diutak-utik.  Namun singkat cerita, setelah dia menerima Kristus, ada suatu yang berbeda.  Suatu kali ia diajak oleh seorang Hamba Tuhan untuk ikut melayani di daerah pedalaman yang membutuhkan tenaga medis.  Hamba Tuhan tersebut membujuk, “Dok, maukah ikut tim pelayanan kami, karena orang-orang di sana sangat membutuhkan bantuan!”  Lalu dokter ini bergumul keras Saudara-saudara, hatinya bimbang, “ikut gak ya?” Namun tak lama ia mengambil keputusan dan berkata kepada Hamba Tuhannya, “Pak pendeta, OK saya akan ikut tim pelayanan kalian.” Setelah berada ditempat yang baru itu, keadaan memang jauh berbeda.  Sebelumnya, di RS, dokter ini tinggal bekerja karena banyak pasien mau ngantri untuk berobat kepadanya, tetapi sekarang ditempat yang baru dengan medan yang sulit, ia yang harus datang dari rumah ke rumah untuk membantu orang yang sakit.  Dulunya rumah dokter ini sangat mewah, namun sekarang ia tinggal disebuah tempat seperti gubuk.  Bahkan untuk makan 3x sehari saja mengalami kesulitan karena ia tidak dibayar, padahal sebelumnya gaji dokter ini berlimpah.  Suatu saat ia duduk dan menangis, “Tuhan kalau dengan pola hidupku yang lama dulu membuat aku tidak bisa menjadi pribadi yang berkenan, aku mau merasakan semuanya ini.”  Saat itu Saudara-saudara, ia telah kehilangan segala kenyamanannya dan meninggalkan dosanya demi perubahan hidup karena Kristus.    

Aplikasi
      Saudara-saudara, bagaimana dengan hati kita? Dalam dunia ini banyak hal yang dapat mengambil tempat yang besar dalam ruang hati kita entah itu posisi/jabatan, keluarga, teman, pasangan, kenyamanan hidup, uang, studi, dlsb.  Terkadang, kecintaan kita akan hal-hal tersebutlah yang bisa membuat kita berada  di dalam dosa dan sulit mengalami perubahan.  Saudara-saudara, mungkin setiap kita memiliki titik lemah/dosa yang berbeda.  Hanya Tuhan dan SS sendiri yang tahu.  Namun Saudara-saudara, apapun dosa itu, mari kita belajar untuk menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hati kita, menjadikan Dia kecintaan bagi kita, sehingga kita mampu melepaskan dosa-dosa yang mengikat kita.  Memang Saudara-saudara, itu semua tidak gampang, butuh perjuangan keras bahkan ada resiko-resiko yang yang harus ditanggung.  Tetapi Saudara-saudara, Kristus yang berkuasa memampukan Zakheus untuk berubah, Kristus yang sama juga pasti memampukan kita.  Dan lagi, ketika mengalami perubahan hidup ada suatu nilai kekekalan yang berharga yang menjadi pengharapan dan sukacita. 

3. Deklarasi status
Penjelasan
         Saudara, ayat selanjutnya (ay.9-10) menjelaskan suatu bentuk pendeklarasian oleh Tuhan terhadap perubahan hidup Zakheus. Perubahan itu belum berarti kalau Tuhan belum menyatakan sesuatu kepadanya. Saat seorang murid mendapat ujian dan yakin telah mengerjakannya dengan baik, apalah artinya kalau pengajar belum memberikan hasil ujian itu kepadanya.   Ay.9 mengatakan: “hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”  Anak Abraham dalam kalimat tersebut menunjukkan kalau Zakheuspun  berhak menerima janji-jani Allah seperti Abraham. “Nih lho Zakheus, kamu sekarang telah selamat”. Dan memang itulah tujuan kedatangan Tuhan Yesus seperti disebutkan ayat 10: mencari dan menyelamatkan yang hilang, sungguh misi yang luar biasa.  Allah mengumumkan dan menegaskan kembali supaya Zakheus sendiri menyadari statusnya bukan lagi seperti pemungut cukai dengan image “orang berdosa” tetapi ia telah menjadi baru. Dan seluruh orang yang melihat kejadian tersebut menjadi saksi mata, sehingga Zakheus dengan statusnya yang baru ini tidak boleh main-main lagi dengan hidupnya.

Ilustrasi
         Saudara, masih ingatkah setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan dengan Proklamasi, supaya rakyat sendiri dan bangsa-bangsa lain tahu bahwa Indonesia bukan bangsa yang dijajah lagi, tetapi memiliki status baru: Merdeka. Indonesia sendiri juga harus membuktikan statusnya yang baru sebagai bangsa yang merdeka, dengan memilih Presiden, menyusun kabinet, menetapkan ideologi, menyusun UU, dll.   Saudara-saudara, bukankah Tuhan juga telah mendeklarasikan keselamatan yang Ia berikan melalui status kekristenan yang melekat pada kita?

Aplikasi
         Kalau demikian apakah kita boleh bermain-main lagi dengan hidup kita? Bukankah kita juga harus membuktikan status kita sebagai anak Tuhan di hadapan orang lain?  Saudara-saudara, Kekristenan kita ini dilihat oleh dunia.  Kalau demikian, kita pun harus mempertanggungjawabkan status kita itu dengan perubahan hidup. Tentunya perubahan hidup yang benar-benar dari hati. Supaya setiap orang yang melihat diri kita juga dapat melihat Yesus hidup dalam kita.  Bukan dosa lagi yang seharusnya mereka lihat, bukan karakter/kebiasaan buruk, dlsb, namun yang seharusnya kita tunjukkan adalah perubahan hidup sesuai dengan firman Allah baik itu melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita termasuk motivasi, cara dan tujuan kita dalam melakukan sesuatu, semuanya ditujukan sebagai bukti perubahan hidup karena Kristus.
     
Penutup
Saudara, Kasih Allah begitu besar kepada kita sehingga Ia rela datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan kita yang berdosa.  Ia menerima kita apa adanya, namun Ia tidak pernah lalai untuk merubah kita menjadi apa yang seharusnya. Dan melalui status baru yang Tuhan berikan, Ia rindu, ketika melihat perubahan itu, orang lain yang menjadi saksi mata atas hidup kita, mereka akan memuliakan Bapa di sorga. Saudara-saudara, status kita sangat bernilai. 
         Oleh karena itu, mari kita buktikan status tersebut.  Allah menantinya.  Perubahan mungkin memang tidak mudah namun ketika hati kita sungguh-sungguh mau berubah, Allah akan menyatakan kekuatan-Nya untuk memampukan kita supaya kita mengalami kemenangan demi kemenangan.

Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar